Rabu, 03 Juli 2013

10 Alasan untuk beralih ke lampu LED


1. LED Aman (tidak beracun) - Meskipun hemat energi, CFL mengandung merkuri, racun yang berhubungan dengan cacat lahir, kerusakan otak, dan gangguan lain. Itu sebabnya CFL tidak bisa dibuang di tempat sampah - mereka harus diambil SANGAT SEKSAMA ke pusat daur ulang. Lampu LED di sisi lain tidak mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya.

2. LED Mengurangi biaya pendinginan - lampu LED mengeluarkan emisi panas yang sangat sedikit sehingga temperatur ruangan terjaga dan biaya AC yang lebih rendah

3. LED mengurangi biaya pemeliharaan – dengan umur lampu yang sangat lama, sekitar 35 - 50 kali lebih lama daripada lampu pijar dan sekitar 4 - 10 kali lebih lama dari lampu neon. Sehingga tidak ada ganti-ganti lampu setiap saat, tidak ada pembuangan sampah terus menerus.

4. LED bercahaya hingga 50.000 jam – Seberapa lama sih 50.000 jam itu? Ini adalah 50 kali umur lampu pijar biasa dan 5 kali umur lampu neon (CFL). Dengan umur pemakaian lampu LED yang panjang akan mengurangi volume sampah dan melestarikan sumber daya energi.

5. LED memiliki kualitas warna yang sangat baik. Naungan cahaya putih tampak jelas dan konsisten dari waktu ke waktu. Lampu LED dapat memenuhi berbagai kebutuhan yang berbeda-beda. LED hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna. Mereka dapat menggantikan hampir semua bola lampu yang saat ini Anda gunakan. Selain itu, ukuran yang relatif kecil dan hemat energi memungkinkan mereka untuk diterapkan ke produk-produk baru dan inovatif. Beberapa aplikasi umum dari bola lampu LED meliputi: senter, lampu hias, lampu lalu lintas dan sinyal, lampu remote control, lampu Natal, dan banyak lagi! Aplikasi LED akan melayani segala kebutuhan pencahayaan.

6. LED lebih ramah Lingkungan - Sebagai salah satu lampu yang paling hemat energi di pasar, LED lebih ramah bagi lingkungan karena mereka mengurangi jejak karbon, lampu LED jelas mengurangi emisi CO2 dan dengan demikian menetralkan efek rumah kaca dan tidak meracuni dengan zat merkuri ke dalam sistem pengairan kita. Sekitar 98% bagian dari lampu LED dapat didaur ulang

7. LED mengurangi biaya energi - menggunakan energi 60% -90% kurang dari lampu pijar, menghemat biaya operasional.

8. The LED tahan lama - tidak akan pecah seperti bohlam.

9. LED tidak menarik listrik off-state – Ketika dimatikan LED tidak menarik listrik sama sekali, kecuali jika ada kontrol eksternal, yang biasanya tidak melebihi daya 0,5 watt dalam keadaan off.

10. LED tidak mengeluarkan sinar UV - karena lampu Led tidak memancarkan sinar ultraviolet yang besifat merusak, mereka tidak akan menyebabkan cat lukisan, karya seni dan bahan sensitif lainnya menjadi memudar sehingga terjaga nilai seninya.

http://www.kaskus.co.id/thread/50863c82e974b48376000000/10-alasan-untuk-beralih-ke-lampu-led/

Produksi Minyak Indonesia di Titik Nadir

VIVAnews - Pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak pada bulan Juni ini. Sebab harga minyak dunia terus merangkak naik. Menyebabkan jumlah subsidi pemerintah terus melonjak. Mencekik APBN. Sementara produk migas Indonesia sendiri terus turun. Jika tidak melakukan sesuatu, maka ekonomi nasional secara keseluruhan bisa terganggu.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, saat berkunjung ke redaksi TV One beberapa waktu lalu, yang juga dihadiri wartawan VIVAnews.com, menyampaikan bahwa produksi migas Indonesia kini nyaris berada di titik nadir. Namun Guru Besar Teknik Perminyakan ITB ini meyakini produksi itu akan naik dengan masifnya eksplorasi dan eksploitasi untuk menemukan cadangan baru.

Indonesia saat ini memang telah berubah menjadi importir minyak bumi dan bukanlah negara dengan kekayaan migas yang berlimpah. Cadangan minyak Indonesia hanya 3,6 miliar barel, sungguh jauh bila dibandingkan dengan Venezuela yang jumlah cadangannya mencapai 300 miliar barel. Jika temuan baru tidak ada, "Kira-kira cadangan minyak kita habis 12 tahun lagi," kata Rudi Rubiandini.

Lahir di Tasikmalaya 9 Februari 1962, Rubiandini sudah lama bergelut dengan semua urusan di dunia perminyakan. Setelah lulus dari Teknik Perminyakan ITB tahun 1985, dia kuliah di Technische Universitaet Clausthal Jerman. Lama berkarir di BPMIGAS mengantarkan Rubiandini ke kursi Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Turun dari kursi Wamen Januari 2013, dia kemudian diangkat Presiden menjadi Kepala SKK Migas. Jabatan yang mengharuskannya menguasai secara rinci setiap perkembangan dunia minyak Indonesia.

Bagaimana kondisi perminyakan kita, seberapa besar stok yang tersedia, apakah ada temuan sumber minyak baru, dan bagaimana strategi SKK Migas menggenjot produksi? Berikut petikan wawancara dengan Rudi Rubiandini.

Sebenarnya, berapa cadangan minyak Indonesia saat ini dan akan habis kapan?


Jadi begini. Indonesia memiliki 3,6 miliar barel minyak. Apabila kita produksikan 800-900 ribu barel setiap hari, maka kira-kira cadangan minyak kita habis 12 tahun lagi. Itu logis, kalkulatif, semua dapat dihitung. Tetapi jangan lupa, cadangan minyak bisa bertambah, dengan cara eksplorasi. Ketika eksplorasi menghasilkan jumlah minyak yang sama untuk produksi maka level cadangan tidak pernah turun.

Pada tahun 1970 juga pernah dikatakan bahwa cadangan minyak kita akan habis pada 10 tahun lagi. Sekarang sudah 2013. Dan sekarang saya bilang bahwa 12 tahun lagi minyak kita akan habis, tapi nanti tahun 2100 akan ada juga yang mengeluarkan statement yang sama. Mengapa bisa begitu? Karena ada eksplorasi. Yang menyebabkan minyak kita akan habis atau tidak, adalah eksplorasi. Minyak yang kita sedot hari ini adalah hasil eksplorasi dari kakek dan orang tua kita 10-20 tahun lalu.

Minyak itu adalah sebuah benda yang keluar dari bawah, karena lebih ringan dari air maka bisa otomatis naik, apalagi gas. Minyak akan naik hingga berhenti di batuan cekungan ke atas. Untuk mencari minyak di dalam tanah maka kita lakukan ultrasonik dan ledakkan dinamit untuk mendapatkan seismik, bentuk batuan tanah. Ketika menemukan cekungan di dalam tanah, ada dua kemungkinan, apakah berisi air asin atau minyak bumi. Kalau dapatnya air, maka kita sebut dry hole.

Pertama kali orang menemukan minyak adalah di permukaan dan zaman dulu minyak bumi digunakan sebagai obat. Ada koreng, dibalut dengan minyak pasti sembuh. Kenapa? Karena minyak itu hidrokarbon, tidak ada oksigen. Sedangkan koreng butuh oksigen untuk berkembang. Dengan kulit dilapisi minyak, maka korengnya akan mati. Lalu berkembang menjadi obor saat dilapisi dengan kain dan dibalut di atas kayu lalu menjadi bahan bakar.

Setelah minyak di permukaan habis maka lama-lama minyak semakin dalam. Harus di bor menggunakan pipa. Paling dalam bisa hingga 15 ribu meter dari permukaan tanah. Dan bukan hanya dibor secara vertikal, namun bisa miring dan horizontal. Akibatnya, investasi eksplorasi menjadi mahal. Ada sumur yang harganya bisa mencapai US$100 juta atau setara Rp1 triliun dan itu belum pasti dapat minyak.

Dan semua cost recovery diganti oleh negara?

Pemerintah tentu tidak mau menanggung eksplorasi migas yang membutuhkan dana besar, maka dibuatlah kontrak eksplorasi. Silahkan ngebor eksplorasi. Kalau tidak dapat, maka tidak diganti serupiah pun oleh negara. Kalau dapat minyak, maka baru diganti oleh negara setelah berproduksi. Dibayarnya bukan menggunakan uang, tetapi equivalent dengan minyaknya, kita sebut sebagai kontrak bagi hasil.

Silahkan investasi, tidak berhasil maka tidak dibayar. Kalau berhasil, seluruh produksinya dipotong dulu biaya eksplorasi, baru dibagi hasilnya. Itu pun bukan 50:50, tetapi negara mendapatkan 85 persen, kontraktor hanya 15 persen. Jadi betapa keberpihakan kepada negara cukup tinggi. Perhitungannya, untuk kontraktor 15 persen, untuk cost recovery atau pengembalian investasi itu 20-25 persen dan sekitar 60 persen pasti untuk negara.

Bandingkan dengan industri pertambangan, yang keluar dari tanah paling hanya 25 persen yang masuk ke dalam kas negara. Sisanya ke para kontraktor, karena mereka menggunakan konsep kontrak karya. Bandingkan pertambangan emas, tembaga, batu bara, dan 100 jenis pertambangan dapatnya hanya Rp120 triliun ke kas negara, sedangkan industri migas hanya satu komoditas dapatnya Rp360 triliun masuk ke kas negara.

Jadi untuk meningkatkan produksi migas membutuhkan eksplorasi besar-besaran?


Iya. Pertanyaannya kenapa banyak perusahan asing? Kita tanya balik ke perusahaan Indonesia, siapa yang mempunyai uang puluhan hingga ratusan triliunan secara tunai, bukan pinjam dari bank untuk eksplorasi? Dan kalau tidak berhasil maka kontrak bisa diputus dan tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada yang berani.

Kebetulan kita punya warisan blok migas dari Belanda dan itu semuanya diberikan kepada Pertamina. Sedangkan perusahaan asing disuruh cari dari tempat kosong, maka muncullah Chevron, Total, BP. Yang bekas Belanda, dikuasai oleh Pertamina namun ternyata Pertamina tidak bisa mengelola sendiri blok migas, maka minta pihak ketiga, munculah JOB, Joint Opearation Body. Jadi ada, bagian Pertamina yang dikelola oleh perusahaan asing.

Dari seluruh Indonesia, 50 persen lahan industri migas dikuasai oleh Pertamina. Tapi produksi nasional, produksi migas asing lebih besar daripada produksi Pertamina. Di media massa dibalik termnya, industri migas dikuasai asing. Padahal, perusahaan asing justru telah membuat produksi migas kita itu tinggi.

Apakah karena Pertamina minim eksplorasi?

Nah, kenapa Pertamina tidak begitu agresif? Ada masalah kecil ketika Petronas belajar dari Pertamina, tetapi saat ini Petronas tumbuh pesat. Petronas tidak memberi dividen kepada pemerintah sehingga dananya bisa untuk eksplorasi dan mereka bisa mengembangkan bisnis migas. Sedangkan Pertamina tidak, karena pertamina tunduk pada peraturan BUMN dan wajib memberikan deviden. Seharusnya keuntungan Pertamina digunakan untuk eksplorasi tetapi ini dikembalikan ke negara menjadi deviden. Jadi tidak ada feedback, tidak ada return uang, dari pengelolaan minyak tadi menjadi penemuan minyak baru.

Lahan pertamina memang bekas Belanda. Tapi ambilah contoh Cepu, yang semula dibor dengan kedalaman 300-400 meter oleh Belanda. Di zaman Pak Harto diberikan kepada Tommy melalui Humpuss. Tommy perlu uang dijual ke Ampolex, lalu dijual lagi ke Exxon. Diperluas dan diperdalam oleh Exxon dan dapatlah seperti sekarang, 165 ribu barel pada 2014 nanti.

Ada beberapa hal yang sebenarnya perlu kita dilakukan. Pertama, cobalah sumur Pertamina yang dangkal-dangkal ini dibor lebih dalam. Memang belum tentu dapat, tapi keberanian untuk mengebor lebih dalam ini terbatas. Kedua, Pertamina kan dapatnya bekas Belanda, semua di darat. Belum pernah Pertamina mencari sendiri di laut. Yang ada ambil alih punya BP di Offshore North West Java dan utara Madura, West Madura Offshore. Padahal masa depan migas Indonesia ada di laut, dan itu pun di laut dalam, seperti Inpex di selat Timor, Donggi Senoro, ENI di lapangan Jangkrik. Laut-laut dalam di Timur Indonesia terus eksplorasi.

Kenapa belum dilakukan?

Bagi pertamina, daripada uang kosong melompong karena tidak dapat, mending akuisisi minyak yang sudah berproduksi. Tanah itu kosong melompong, jadilah peta. Selama Pertamina tidak melakukan self exsploration maka tidak pernah ada tambahan minyak.

Selama ini Pertamina sebagai BUMN, kalau dry hole, dianggap merugikan negara. Kalau eksplorasi belum tentu dapat minyak. Rasio sukses eksplorasi itu 30-40 persen, paling tinggi 50 persen. Jadi artinya ngebor 10, yang berhasil 3-4 sumur. Maka yang gagal itu kan duit hilang. Jumlahnya miliaran, triliunan. Pemerintah membatasi Pertamina untuk masuk dalam bisnis yang beresiko tinggi.

Pertamina saat ini saya dorong untuk eksploitasi lapangan yang masih tidak diapa-apakan, Enhanced Oil Recovery (EOR) sedang digalakkan. Kenapa? lapangan asing tadi sudah disedot 40-50 persen. Lapangan Pertamina ini baru 10-15 persen. Ini lapangan kalau diurus secara benar pun hasilnya akan naik. Pertamina bisa kok.

Tetapi kan Pertamina mengelola sumur tua?

Sebetulnya sumur tua bukan berarti minyaknya akan habis. Justru sumur itu telah terbukti ada minyak. Kalau masuk ke lapangan baru kan belum tentu ada hasilnya.

Masalah ini terjadi karena political will atau internal Pertamina?

Kalau dalam hal Pertamina, ini intern Pertamina. Pertamina sudah mendapatkan privilege dari negara. Perusahaan asing itu mendapatkan bagian 15 persen dari minyak, 30 persen dari gas. Sedangkan Pertamina mendapatkan bagian 40 persen. Ditambah kewajiban Domestic Market Obligation. Perusahaan asing dibayar 25 persen dari harga dunia, Pertamina itu full price. Jadi, pantaslah pendapatan negara mengecil, pendapatan Pertamina membesar. Sebenarnya keberpihakan kepada Pertamina itu sudah terlihat, tetapi mengaku sebagai anak tiri padahal sudah dianak emaskan.

Kenapa saat ini industri hulu migas Indonesia seperti tertinggal dari negara lain?


Kalo masalah industri migas kenapa tertinggal dibanding negara lain, itu political will. Seperti dana eksplorasi, pemerintah bisa sisihkan lima persen dari pendapatan migas untuk eksplorasi.

Masalahnya, saat ini kalau ada perusahaan asing masuk ke Indonesia, mereka hanya dikasih lembar kosong tanpa peta, perusahaan asing di Indonesia harus melakukan seismik sendiri. Padahal di Malaysia, itu investor diberikan CD isi peta dan hasil seismik tiga dimensi. Dana yang disebut petroleoum fund ini sangat dibutuhkan di Indonesia, jumlahnya tidak besar. Cukup sekitar lima persen dari hasil migas dikembalikan untuk eksplorasi.

Apakah masalah petroleoum fund sudah diusulkan kepada pemerintah?

Jadi masalah petroleoum fund, kami sudah siapkan beberapa poin di revisi Undang-undang migas yang baru. Salah satunya, kita coba adakan lima persen dari hasil migas untuk eksplorasi, sedangkan 95 persen sisanya masuk ke kas negara. Sehingga, petroleoum fund ini tidak meminta dari pajak atau manapun.

Siapa yang berhak mengelola dana ini, sebab jumlahnya tidak kecil. Bisa mencapai Rp15 triliun?


Petroleoum fund ini akan masuk ke dalam Badan Geologi, sebuah badan milik negara yang bertugas untuk eksplorasi pertambangan dan migas. Kalau tidak ada uangnya, maka Badan Geologi ini hanya sebagai pengumpul data hasil eksplorasi yang dikerjakan orang lain. Kuncinya adalah duit. Ketika duitnya ada maka Badan Geologi jalan, data jadi ada, maka cadangan meningkat.

Saat ini ada badan pengambil data, semi swasta. Namanya Patra Nusa Data. Itu semi pemerintah yang tugasnya mengumpulkan data namun berada di bawah Kementerian ESDM. Ini kan salah? Seharusnya dikembalikan ke Badan Geologi namun karena Undang-undangnya belum ada sehingga tidak jalan.

Kenapa bukan SKK Migas?

SKK Migas lebih bertugas untuk mengamankan kontrak yang telah ditandatangani oleh pemerintah dengan kontraktor. Watchdognya ini SKK Migas. By the law, Badan Geologi inilah yang berhak memegang petroleoum fund.

Soal cadangan migas Indonesia sebesar 3,6 miliar barel tadi. Apakah itu ukurannya sangat besar untuk sebuah negara? Artinya, apakah Indonesia negara kaya minyak?


Indonesia mempunyai cadangan minyak 3,6 miliar barel sedangkan Venezuela itu 300 miliar barel. Kalau Indonesia mempunyai cadangan minyak 300 miliar maka saya berani seperti Hugo Chavez dengan menasionalisasikan perusahaan minyak asing. Sekarang ini, investor mau datang ke Indonesia saja saya bersyukur. Orang kaya sombong seperti Venezuela itu biasa, orang miskin sombong itu luar biasa. Kita harus sedikit terbuka dengan investor asing.

Norwegia saat ini booming dengan cadangan migas yang mencapai 10 miliar barel dengan penduduk 8 juta. Sedangkan kita, cadangan lebih sedikit dari Norwegia namun penduduknya 240 juta. Beda sekali konteksnya dalam membuat aturan. Di negeri yang kaya minyak, mereka menggunakan services contract. Kontraktor asing diundang dibayar dengan barang dan tenaga kerja mereka, sedangkan seluruh minyak untuk negara. Sedangkan di Indonesia tidak, yang bayar kontraktor.

Ingat, nasionalisasi di Venezuela itu bukan berarti perusahaan diusir tetapi mereka beli dari kontraktor-kontraktor asing lalu perusahaan tersebut menjadi perusahaan nasional karena cadangan minyak mereka melimpah. Masalahnya Indonesia, uangnya dari mana?

Anda sudah petakan kendala di industri migas. Kira-kira bagaimana produksi migas Indonesia ke depan?

Beberapa waktu lalu saya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama dua jam. Karena selembar demi selembar paparan saya dia kupas dan beberapa masukan dari saya diterima dan keluar sebagai keputusan. Ada hal yang minimal harus dilakukan. Pertama, pemangkasan birokrasi. Kedua, insentif fiskal eksplorasi.

Saya juga ceritakan kepada Pak Presiden bahwa untuk kegiatan eksplorasi ada 25 izin dan memproses izinnya butuh 2-3 tahun. Pak Presiden bilang kapan mulai kerjanya? Lalu Presiden memerintahkan Pak Sudi Silalahi (Mensesneg) untuk menyederhanakan perizinan menjadi tujuh. Seluruh menteri bergerak untuk merevolusi perizinan.

Saya ingin menyampaikan bahwa visi SKK Migas jangka panjang adalah meningkatkan penemuan cadangan migas dengan eksplorasi. Kenapa? Hari ini kita nikmati minyak karena hasil eksplorasi 10-20 tahun lalu. Jangka menengah, kegiatan lapangan-lapangan yang idle dengan sentuhan EOR, lalu tingkatkan kapasitas nasional, hidupkan perbankan dan kontraktor nasional.

Sedangkan jangka pendek, mengamankan lapangan yang akan onstream dalam waktu dekat, seperti proyek Banyu Urip, Jangkrik, dan Donggi Senoro. Lalu menurunkan decline rate jadi nol. Dari minus lima hingga sepuluh menjadi nol. Ini bukan pekerjaan gampang, dari dulu sulit kok. Aslinya, sebuah blok migas itu bisa turun 20-40 persen, namun karena ditekan dengan menambah sumur maka menurun menjadi enam persen. Tahun ini saya canangkan nol, bukan hanya nol namun malah naik.

Sekarang saya targetkan produksi minyak Indonesia 840-850 ribu barel. Akhirnya kementerian keuangan menggunakan angka 840 ribu barel. Per hari ini produksi 842 ribu barel. Jadi bukan hanya zero decline. Tetapi sekarang memang titik nadir produksi migas indonesia, tapi nanti akan naik. Saat ini produksi migas terbukti mulai rebound. Insya Allah.

Anda yakin produksi migas Indonesia akan naik?

Saya sampaikan kepada Pak Presiden, sampai 2019 minyak dari lapangan Banyu Urip, Cepu sudah keluar semua. Gas dari Tangguh train tiga juga sudah keluar. Pada 2019 nanti Indonesia sudah berubah dari minyak ke gas. Jadi kalau kita tidak mulai bangun infrastruktur gas maka akan susah. Saya berharap swasta cepat masuk, alokasi gas telah disediakan.

Yang Banyu Urip saya sudah cek. Beberapa waktu lalu sudah cek ke lapangan dan sudah mulai bor dua rig. Rencana 42 sumur, 13 sumur diantara untuk inject tingkatkan lifting. Saat ini produksi Blok Cepu baru 53 persen. Insya Allah 2014 akhir sudah produksi penuh. Lalu proyek deep water seperti Bangka, Gendalo dan Gihem akan selesai 2015-2017 dengan jumlah gas 114.742 juta kaki kubik. Ini jumlah yang besar. Kemudian Blok Muara Bakau, Jangkrik yang dikelola ENI dari Italia akan hasilkan 450 juta kaki kubik pada 2016.

Lalu ada blok Masela di selat Timor, ini selesai 2018 dengan produksi 421 juta kaki kubik. Tangguh train 3 produksi 500 juta kaki kubik selesai 2019.

Ketika saya dipanggil, Presiden sempat bertanya, adakah yang selesai sebelum Agustus 2014? Saya katakan Bapak tidak perlu khawatir. Bapaklah yang sudah membuat ini terjadi dan biarlah Presiden selanjutnya yang menikmati. Bapak Presiden tinggal bilang ke presiden selanjutnya, kami persembahkan proyek-proyek migas yang tinggal dinikmati. Ini tabungan bangsa indonesia, anak cucu kita. Totalnya tidak kurang dari US$30 miliar investasi dan tidak menggunakan uang negara.

Ada cerita di sektor migas bahwa Indonesia berhasil produksi 1,6 juta barel pada tahun 1977. Negara Indonesia beruntung karena menemukan lapangan besar. Setelah itu turun. Titik puncak kedua muncul lagi pada 1995, produksi minyak bisa 1,6 jt barel. Kenapa? Karena disentuh EOR di lapangan Duri, caranya injeksi uap. Lalu kemudian turun terus.

Lalu kapan ada puncak ketiga? Jawabannya ada pada dua komponen yakni eksplorasi dan EOR. Jika dilakukan bersamaan maka akan membuat puncak produksi yang ketiga. Tetapi kalau dikatakan turun tidak, saat ini produksi Migas Indoenesia mencapai 2,1 juta ekuivalen setara minyak. Lebih tinggi dari produksi Migas pada 1976.

Untuk program BBM menjadi BBG sendiri, sejauh mana komitmen SKK Migas dalam hal ini?

Kami ditantang untuk mengkonversi BBM menjadi BBG. SKK Migas telah siapkan 32 juta kaki kubik untuk proyek ini dari tahun lalu. Tetapi tidak terjadi. Masalahnya bukan di suplai gas tapi converter kit serta SPBG mother daughter tidak jadi-jadi. Kenapa? Karena dibangun menggunakan uang APBN. Saya ingat, karena waktu itu masih menjadi Wakil Menteri ESDM, Dirjen Migas waktu itu, Ibu Evita menyatakan tender SPBG baru selesai November dan baru dibangun Maret. Pak Menkeu tidak mau kalau multiyear karena sudah ada pengalaman pahit di Hambalang. Saya bilang, ini kan multiyear tapi single budget, tapi tetap tidak mau.

Jadi sebenarnya proses berjalan. Kesiapan hulu ada tetapi masalahnya di infrastruktur gas belum siap karena menunggu dana dari APBN. Saya lebih suka agar swasta masuk. Swasta lebih cepat jadi asal diberikan margin cukup.

Bagaimana dengan renegosiasi harga gas Tangguh?

Sebenarnya ekspor gas Tangguh ke Fujian itu kecil, hanya 11 persen. Tetapi magnitude politiknya besar. Padahal efek rupiah kecil, hanya Rp40 triliun tambahannya. Tetapi seolah-olah kita jual barang murah ke luar negeri, padahal tidak. Banyak juga gas yang kita jual mahal hingga 17 dolar per MMBTU, tetapi karena Fujian dijual US$3,35 per MMBTU kelihatannya kecil. Waktu itu kita jual gas ketika pasokan gas di dunia sedang besar. Bisa kejual juga bersyukur waktu itu.

Proses renegosiasi Tangguh telah dimulai, untuk harganya belum tahu. Yang jelas, CNOOC telah berkomitmen untuk mengubah harganya. Kami bercita-cita dalam dua bulan selesai, tetapi negosiasi membutuhkan proses yang tidak mudah.

Kami pernah dihujat karena mengekspor gas lebih banyak daripada untuk kebutuhan dalam negeri. Tapi pada tahun 2012, hampir seimbang karena ada kontrak gas yang sudah habis, dan kami langsung mengalihkannya untuk kebutuhan dalam negeri. Lalu ada usul, kenapa tidak seluruh gas itu digunakan untuk kebutuhan dalam negeri? Jawabannya sederhana. Ini infrastrukturnya tidak ada, apa gasnya ditenteng dalam plastik?
 
http://www.kaskus.co.id/thread/51bdb0171b76088d4000000b

Fakta Tentang Indonesia Yang Mendunia

Banyaknya persoalan dan pandangan negatif yang sedang dihadapi oleh Indonesia, diantaranya tentang dunia politik, keamanan, bahkan kesejahteraan rakyat kecil, sedikit banyak memang mempengaruhi citra pemerintah dan negara di mata masyarakat Indonesia sendiri maupun dunia internasional. Namun sebenarnya, sekedar saling mengingatkan bahwa negeri kita adalah negeri yang sangat kaya dan berpotensi, baik dari sumber daya alamnya ataupun dari budaya asli seperti sebagai negara dengan suku, bangsa, dan bahasa yang terbanyak di dunia. Selain itu juga terdapat beberapa prestasi dari anak-anak bangsa yang begitu membanggakan. Dan berikut 7 fakta tentang Indonesia yang mendunia.
1.
Fakta yang pertama adalah bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terdapat 17.504 pulau, dimana 9.634 pulau belum diberi nama dan 6 ribu pulau tidak berpenghuni. Yang semakin membanggakan adalah 3 dari 6 pulau terbesar di dunia ada di Indonesia yaitu Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Selain sebagai negara kepulauan, Indonesia juga terkenal sebagai negara maritim terbesar di dunia. Bayangkan saja, luas perairan Indonesia mencapai 93.000 km dan panjang pantai sekitar 81 ribu km² atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
2.
Dunia telah mengakui bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat banyak dan beragam. Hutan dengan luas 39.549.447 hektar di pulau sumatera, kalimantan, dan sulawesi terdapat keanekaragaman hayati dan plasma nutfah terlengkap di dunia. Jika hutan tersebut hilang maka bumi akan hancur karena bumi sangat tergantung pada hutan tropis untuk menjaga keseimbangan iklim, selain ditopang oleh hutan hujan yang ada di amazon. Hal itu membuktikan bahwa bumi dan kelangsungan hidup seluruh makhluk di dunia bergantung pada Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman bakau bermanfaat untuk mencegah pengikisan air laut atau abrasi.
3.
Kekayaan alam laut Indonesia ternyata juga luar biasa. Kekayaan itu antara lain adalah terdapatnya spesies ikan hiu terbanyak di dunia yaitu sekitar 150 spesies, terdapatnya ikan terkecil di dunia tepatnya di Sumatera yang panjang tubuhnya 7.9 mm, transparan, dan tidak bertulang kepala. Indonesia juga memiliki gugusan terumbu karang terbanyak dan terindah yang disebut segitiga coral, namun 65% dari 75.000 km² segitiga coral itu ada di Indonesia. Itulah sebabnya Indonesia menyumbang 18% terumbu karang bagi perairan dunia.
4.
Kopi merupakan minuman yang banyak di sukai di seluruh dunia. Dan kopi yang diakui dunia sebagai kopi terbaik karena rasanya yang enak sekaligus menjadi kopi termahal adalah kopi luwak. Brazil boleh menjadi negara penghasil kopi terbesar sementara Indonesia berada di posisi ketiga, tetapi kopi luwak kopi yang dihasilkan bersama kotoran oleh musang ini asli berasal dari Indonesia. Walaupun mahal, kopi fenomenal itu banyak di cari terutama oleh penikmat kopi.
5.
Kita tentu mengenal produk peragaan busana terkenal kelas dunia GUCCI asal Italia. Produk langganan publik figur dunia tersebut ternyata menggunakan kain tenun asal Indonesia sebagai bahan bakunya. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa kain tenun asal Indonesia telah diakui oleh dunia. Seperti kain tenun yang mendunia, ternyata orang Indonesia pun telah banyak yang berkarya untuk dunia. Salah satunya yaitu, Ir. Ahmad Murdijad, warga negara Indonesia yang memang bermukim di Kuala Lumpur, Malaysia selama belasan tahun lamanya itu adalah perancang menara Kuala Lumpur di Malaysia yang merupakan menara keempat tertinggi di dunia.
6.
Selanjutnya adalah fakta bahwa banyak peninggalan purbakala yang ternyata ada di Indonesia. Di dunia fauna ada komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia dan peninggalan hewan purba dan komodo hanya ada di Indonesia tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Kini kepopuleran komodo terutama setelah terpilih menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia semakin mendunia. Ditemukannya fosil manusia purba tertua di dunia yang diperkirakan berasal dari 1.8 juta tahun yang lalu. Fosil yang disebut phitecantrophus erectus itu ditemukan di Jawa Tengah.
7.
Dan Fakta yang mendunia dan membanggakan yang terakhir dari Indonesia adalah tentang Nelson Mandela yang ternyata terinspirasi oleh Syekh Yusuf dari Makassar. Syekh Yusuf yang merupakan tokoh agama sekaligus pejuang melawan Belanda memang pernah dibuang ke Afrika Selatan oleh Belanda. Ternyata perjuangannya telah mengispirasi Nelson Mandela, bapak pejuang hak asasi manusia dunia untuk menghapus apharteid atau pemisahan ras yang pernah berlaku di Afrika Selatan. Apa yang dilakukan Syekh Yusuf telah memberi andil bagi perubahan dunia. Bahkan Nelson Mandela pernah berkata tentang Syekh Yusuf “pahlawan Indonesia tersebut adalah salah seorang putra Afrika terbaik”.

http://zulkifli19.wordpress.com/2012/02/28/7-fakta-tentang-indonesia-yang-mendunia/

Hal Tentang Indonesia Yang Jarang di Ketahui Orang

Di usianya yang sudah menginjak 67 tahun, banyak hal yang di lalui dan menjadi catatan sejarah bagi negara tercinta kita, Indonesia. Sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia, Indonesia memiliki beragam fakta dan peristiwa yang jarang di ketahui oleh orang. Dan untuk menyambut hari jadinya yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus, berikut adalah 7 hal tentang Indonesia yang jarang di ketahui orang.
1.
Yang pertama adalah Wage Rudolf Soepratman atau biasa di singkat dengan W.R. Supratman. Pria yang lahir dengan nama asli Soepratman ini pindah ke kota Makassar mengikuti kakaknya setelah ibundanya meninggal. Dan ia pun menyelesaikan sekolahnya hingga selesai. Namun karena untuk keperluan adminstrasi, nama Soepratman pun berubah menjadi Wage Rudolf Soepratman. Dan disitulah ia mulai belajar musik. Disinilah cikal bakal lagu kebangsaan mulai di ciptakan. W.R. Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya W.M. Van Eldik. Suatu hari membaca sebuah majalah dimana isi majalah tersebut mengajak para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Rasa memiliki jiwa nasionalis yang tinggi ditambah kemahirannya bermain musik, maka pada tahun 1924 lahirnya lagu Indonesia Raya. Dan lagu itu pertama kali diperdengarkan untuk umum pada penutupan kongres Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dengan tanpa lirik. Akibat lagu ciptaannya, Indonesia Raya, membuat pria berkaca mata ini selalu di buru oleh Hindia Belanda, hingga ia pun jatuh sakit di Surabaya. Namun sayangnya, belumlah beliau mendengar lagu ciptaannya berkumandang pada pada proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, sang komponis sudah meninggal dunia pada tanggal dan bulan yang sama tetapi pada tahun 1938, tepat 7 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI. Dan kini, hari lahir Soepratman tanggal 9 Maret diperingati sebagai hari musik nasional.
2.
Saat ini Indonesia sudah merasakan di pimpin oleh 6 presiden, mulai dari presiden yang pertama Ir. Soekarno hingga yang kini masih menjabat presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun ternyata dari keenam presiden yang telah memimpin Indonesia, tiga diantaranya memiliki bulan lahir yang sama. Dimulai dari presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang lahir pada tanggal 6 Juni tahun 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970. Ir. Soekarno berperanan penting dalam memerdekakan Indonesia dari penjajahan Belanda, ia sebagai pencetus konsep dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. Yang kedua adalah Soeharto yang lahir pada 8 Juni 1921 dan wafat pada tanggal 21 Mei 2008. Selama masa jabatannya, beliau dikenal dengan sebutan bapak pembangunan dan di dunia internasional ia mempunyai sebutan populer , yaitu “The Smiling General” atau sang Jenderal yang tersenyum. Sebutan ini di berikan karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka pers dan dalam setiap acara resmi kerajaan. Dan yang ketiga adalah Baharuddin Jusuf Habibie atau yang kita kenal dengan B.J. Habibie yang lahir pada tanggal 25 Juni 1936. Sebelum menjadi presiden, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi dari tahun 1978 hingga 1998. Namun pada tanggal 21 Mei 1998, ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden. Masa  jabatan B.J. Habibie sebagai presiden hanya 1 tahun 5 bulan dan saat menjadi wapres hanya menjabat selama 2 bulan 7 hari. Dan B.J. Habibie merupakan wakil presiden dan presiden dengan masa jabatan terpendek.
3.
Negara tercinta kita Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Meskipun secara resmi bukanlah negara islam dan tentu saja dengan ibukota negaranya adalah Jakarta. Tetapi faktanya, Jakarta bukanlah satu-satunya kota yang pernah merasakan menjadi ibukota. Karena ternyata Indonesia pernah berganti ibukota selama 4 kali dalam kurun waktu yang relatif singkat. Yakni, Jakarta tahun 1945 sampai 1946, Jogjakarta 1946 sampai tahun 1948, Bukittinggi 1948 sampai 1949, dan kembali lagi ke Jakarta pada tahun 1950 hingga sekarang. Pergantian ibukota sebanyak 4 kali ini ternyata belum pernah dilakukan oleh negara manapun, Dan Indonesia adalah satu-satunya negara yang melakukannya.
4.
Indonesia adalah negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yang di lintasi oleh garis Khatulistiwa dan berada di antara dua benua Asia dan Australia serta antara samudera Pasifik dan Hindia, dan merupakan negara dengan kepulauan terbesar di dunia, Karena disinilah 3 dari 6 pulau terbesar di dunia berada yaitu pulau Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Meski memiliki 3 pulau terbesar, namun hampir 60% penduduknya tinggal di pulau Jawa yang hanya memiliki luas 7% dari seluruh wilayah Indonesia. Selain itu uniknya lagi, ada 4 pulau yang kedaulatannya dikuasai bersama-sama dengan pemerintah negara tetangga. Seperti pulau Kalimantan, yang secara adminstratif dikuasai 3 pemerintahan, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau Papua dikuasai oleh Indonesia dan Papua Nugini, Pulau Timor dikuasai oleh Indonesia dan Timor Leste, dan yang terakhir pulau Sebatik dikuasai oleh Indonesia dan Malaysia.
5.
Seperti yang kita ketahui, Soekarno dan Hatta adalah dua proklamator Indonesia yang berjasa memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi sayangnya, Jakarta sebagai kota tempat dibacanya naskah proklamasi, tidak pernah mengabadikan nama kedua proklamator tersebut sebagai nama jalan. Sedangkan di beberapa kota di Indonesia, nama jalan Soekarno Hatta ada dan di abadikan. Bahkan nama keduanya tidak pernah di abadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas apapun. Hingga akhirnya pada tahun 1985, nama kedua proklamator tersebut baru di abadikan menjadi nama bandara, yaitu bandara Soekarno-Hatta, setelah 40 tahun Indonesia merdeka. Tetapi yang paling disayangkan adalah pemerintah baru secara resmi menyematkan gelar proklamator kepada keduanya pada tahun 1986 atau 16 tahun setelah Soekarno wafat.
6.
Sebagai negara yang memiliki kepulauan terbesar di dunia, ternyata Indonesia juga merupakan negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia. Bayangkan saja, negara tercinta kita ini memiliki lebih dari 740 suku bangsa sekaligus menjadi negara yang memiliki bahasa daerah terbanyak, yakni 583 bahasa dan dialek. Karena itulah banyaknya suku di Republik ini maka dicanangkanlah “Bhineka Tunggal Ika” yang mempunyai arti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua”. Selain memiliki suku dan bahasa terbanyak di dunia, Indonesia ternyata adalah negara yang paling terkenal dengan keramahannya. Bahkan berdasarkan survei “The Smiling Report” tahun 2009, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling murah senyum di dunia dan bersamaan negara Hongkong, Indonesia juga dinobatkan sebagai negara terbaik dalam mengucapkan salam.
7.
Selain bulutangkis, sepakbola adalah salah satu olahraga favorit yang digemari masyarakat Indonesia. Meskipun menjadi salah satu olahraga favorit, namun hingga sekarang, Indonesia belum pernah sekalipun menang piala dunia. Tim nasional Indonesia pernah sekali tampil di piala dunia pada tahun 1938 karena Jepang mengundurkan diri dalam kualifikasi dan pada saat itu Indonesia menjadi negara Asia pertama yang ikut piala dunia. Dan di ajang tersebut Indonesia sudah takluk oleh Hongaria di babak pertama dengan skor 6-0. Meskipun Indonesia pernah tampil di ajang terbesar sepakbola dunia, namun keikutsertaannya tim nasional ini bukan membawa nama Indonesia melainkan mewakili Hinda Belanda lengkap dengan warna bendera Belanda, yaitu merah, putih, dan biru.

http://zulkifli19.wordpress.com/2012/08/18/7-hal-tentang-indonesia-yang-jarang-di-ketahui-orang/

Kepala Negara Yang Mendonasikan Gaji

Menjabat sebagai kepala negara dengan gaji yang sangat besar, tak lantas membuat orang-orang besar ini lupa untuk berbagi dengan orang lain terutama mereka yang membutuhkan. Sebagian dari kepala negara tersebut ada yang menyumbangkan seluruh gajinya untuk kegiatan amal dan ada juga yang menyumbangkan beberapa persen dari gajinya untuk berbagi dengan sesama.
Tindakan ketujuh pemimpin berikut ini tentulah dapat dijadikan teladan terutama oleh rakyatnya. Berikut 7 kepala negara yang mendonasikan gajinya.
1. Lee Myung Bak – Korea Selatan
Dibuka oleh kemurahan hati presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak yang pernah hidup dalam kemiskinan di masa kecilnya dulu. Sejak menjadi presiden, Februari 2008 lalu, Lee Myung Bak selalu menyumbangkan gajinya untuk pengusaha kelas bawah. Langkah mulia ini kemudian ditambah dengan sumbangan sebesar 33,1 juta Dollar Amerika atau sekitar 314 miliar Rupiah yang kebanyakan berasal dari dana pribadinya untuk membiayai para pelajar dan mahasisiwa yang kesulitan membayar biaya pendidikan karena minim dana.
Presiden yang juga berprofesi sebagai pebisnis besar di Korea Selatan itu mengaku pengalamannya dulu yang harus bekerja keras demi membiayai sekolah yang membuatnya ingin memberi sesuatu pada para pelajar yang tengah mengalami hal serupa.
2. John F. Kennedy – Amerika Serikat
Gaji presiden Amerika Serikat, John Fitzgerald Kennedy dulu sebesar 100 ribu Dollar Amerika dengan tambahan 50 ribu Dollar untuk digunakan sebagai tunjangan sehari-hari. Alih-alih menikmati gajinya yang besar tersebut, John F. Kennedy ternyata menolak untuk menerimanya dan memilih untuk mendonasikan seluruhnya untuk kegiatan amal. Hal ini dilakukan Kennedy sebagai salah satu caranya membantu rakyat miskin dan juga merupakan salah satu kebijakan yang dia buat sebagai presiden. Uniknya, presiden Amerika ke-35 ini tak pernah sesumbar dengan donasi yang dia lakukan.
Sayangnya pemerintahan Kennedy harus segera berakhir karena dia tewas tertembak di Texas pada tahun 1963, nyaris seribu hari dari masa jabatannya. Walau presiden John F. Kennedy ini dikenal banyak memiliki skandal percintaan dan kontroversi politik, tetapi ternyata dia tetap memiliki sisi lain yang patut diacungi jempol, yaitu rasa kepedulian sosial yang tinggi.
3. Jose Mujica – Uruguay
Presiden Uruguay, Jose Mujica dijuluki sebagai presiden termiskin di dunia karena dia menyumbangkan 90 persen gajinya ke badan amal. Namun dia tidak merasa terusik dengan julukan tersebut. Setiap bulannya, presiden berusia 77 tahun itu digaji sekitar 119 juta Rupiah. Namun dia hanya mengambil 10 persen saja dari haknya tersebut. Tak aneh jika barang mewah yang dimiliki presiden ini hanyalah sebuah rumah di daerah Montevideo dan sebuah mobil merek Volkswagen.
Selain ingin membantu banyak rakyatnya yang masih hidup dalam kemiskinan, alasan Jose melakukan hal ini adalah agar tidak mendapat tuduhan korupsi di kemudian hari. Mungkin karena aksi amalnya presiden yang sebelumnya berprofesi sebagai petani ini, ekonomi Uruguay tergolong stabil bahkan kualitas hidup atau pembangunan manusia di Uruguay paling tinggi di Amerika Latin.
4. Herbert Hoover – Amerika Serikat
Herbert Hoover, Presiden Amerika Serikat dengan masa jabatan tahun 1929 sampai 1933 menyumbangkan semua gajinya untuk kegiatan amal. Dia juga merupakan presiden pertama yang melakukan hal tersebut. Ketika pertama kali terjun ke dunia politik, dia tak pernah menerima bayaran dari pelayanan publik yang telah dia lakukan. Alasannya, tak akan ada seorang pun yang akan menuduhnya melakukan korupsi.
Setelah menjadi presiden, dia tetap menerima gajinya karena hal ini tertera dalam hukum negara. Namun gaji yang dia terima, dia berikan untuk kegiatan-kegiatan amal. Hal ini sangat menggugah hati, mengingat latar belakang Herbert yang pernah hidup dalam kesusahan. Dia tercatat pernah menjadi pekerja tambang dan mendapatkan upah yang sangat rendah.
5. Nelson A. Rockefeller – Wapres Amerika Serikat
Nelson Aldrich Rockefeller, merupakan wakil presiden Amerika Serikat Ke-41 dengan masa kepemimpinan tahun 1974 sampai 1977 dibawah pemerintahan presiden Gerald R. Ford. Dia juga merupakan salah satu anggota keluarga Rockefeller yang saat itu terkenal sebagai keluarga konglomerat di Amerika Serikat dengan berbagai bisnis besar yang dimiliki. Disamping semua aktivitas dan kegiatannya di bidang politik, ekonomi, dan bisnis, Nelson juga terkenal dengan kemurahan hatinya. Bersama dengan saudara-saudaranya dia mendirikan “Rockefeller Brothers Fund” yang berkomitmen memajukan kesejahteraan masyarakat.
Selama menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, Nelson juga menyumbangkan gajinya untuk dua program. Pertama untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga tak mampu dan kedua untuk mempromosikan program pengenalan dan pendidikan seni di sekolah-sekolah umum.
6. Barack Obama – Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan sang istri, Michelle Obama menyumbangkan 14 persen dari pendapatannya untuk kegiatan amal. Presiden Obama tercatat telah memberikan sebagian dari gajinya kepada 36 badan amal di Amerika Serikat. Donasi terbesar diberikan Obama pada “The Fisher House Foundation”, organisasi yang memberikan rumah dengan harga murah atau bahkan gratis kepada anggota militer Amerika dan keluarganya selagi para anggota militer ini menjalani perawatan fisik atau pengobatan karena pengorbanannya untuk negara.
Pasangan presiden dan ibu negara yang terkenal sering tampil mesra ini juga memberikan sumbangan pada “The Clinton Bush Haiti Fund”, sebuah organisasi yang membantu kemajuan ekonomi penduduk Haiti. Selain itu mereka juga menjadi donator untuk “The Sidwell Friends”, organisasi dimana kedua putri mereka, Natasha dan Malia ikut melayani.
7. Lee Hsien Loong – Singapura
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menyumbangkan sebagian kenaikan gaji yang diterimanya untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan sosial dan pelayanan publik di Singapura, serta mendukung bakat-bakat seni muda di negara tersebut. Dari 350 ribu Dollar Amerika total sumbangan Perdana Menteri Lee, 200 ribu nya digunakan untuk membentuk “Community Initiatives Fund” sebuah organisasi yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antar masyarakat Singapura. Sementara 100 ribu lagi sisanya akan digunakan untuk memberi sebuah penghargaan bagi penduduk Singapura yang bekarir di bidang pelayanan sosial dan pelayanan publik.

http://zulkifli19.wordpress.com/2012/10/15/7-kepala-negara-yang-mendonasikan-gaji/

Fenomena Yang Terjadi Di Indonesia

Banyak memang fenomena yang pernah terjadi di negeri kita ini. Mulai dari alam, peristiwa manusia, fenomena pada hewan hingga penyakit aneh. Semua fenomena itu tentulah mendapat perhatian mulai dari masyarakat awam hingga para ahli. Namun ternyata tidak atau belum semua dari fenomena itu dapat terjawab penyebabnya dan akibatnya. Dari sekian banyak fenomena yang pernah terjadi di Indonesia, berikut ini 7 fenomena yang terjadi di Indonesia.
1. Fenomena yang terjadi di Indonesia yang pertama dibuka dari fenomena penyakit aneh. Salah satu hal menarik yang sering muncul di Indonesia adalah dari segi kesehatan, yaitu munculnya beragam penyakit baru yang tergolong aneh. Seperti yang pernah terjadi pada Dede “Si Manusia Pohon” yang mengalami perkembangan kutil di sekujur tubuhnya dan mengakar layaknya pohon.
Kemudian “Si Manusia Kawat” Noorsyaidah juga mengalami penyakit aneh, yaitu didalam tubuhnya selalu memproduksi kawat hingga tembus keluar dari tubuhnya. Bahkan pihak medis pun mengaku belum menemukan gejala medis seperti ini.
Hal serupa juga dialami oleh bocah perempuan bernama Safirah, dimana seluruh betisnya dipenuhi dengan paku.
Fenomena penyakit aneh lainnya juga harus dirasakan Ahmad Yunus yang menderita penyakit “Sisik Ikan” dan Ari bocah berkulit “Kadal”.
Berbagai fenomena penyakit aneh ini memang membuat pihak medis cukup bingung. Ironi memang, di tengah kehidupan yang sudah modern di Indonesia masih saja ada berbagai penyakit aneh yang beberapa diantaranya hingga kini masih menjadi tanda tanya.
2. Fenomena berikutnya adalah fenomena hadirnya “Dukun Cilik” di Indonesia. Anak-anak di bawah umur ini dipercaya banyak orang memiliki kekuatan supranatural. Beberapa anak yang sempat menghebohkan adalah aksi “Si Dukun Cilik” Ponari. Dukun cilik asal Jombang, Jawa Timur  itu pernah dianggap mampu menyembuhkan berbagai penyakit dengan menggunakan “Batu Petir” nya. Menyembuhkan dengan cara mencelupkan batu yang dia anggap “Supranatural” ke dalam air bawaan pasien.
Kemudian ada lagi seorang balita yang berusia belum genap dua tahun, namun di percaya dapat menyembuhkan penyakit. Gadis cilik bernama Hernia asal Garut, Jawa Barat itu menyembuhkan pasiennya dengan cara mencelupkan jarinya di air untuk di minum pasien.
Dan ada juga contoh lain yang membuat fenomena “Dukun Cilik” Semakin menggemparkan, yaitu “Dukun Cilik” bernama Dadang Kurniawan. Bocah asal Bantur, Jawa Timur ini mengobati pasiennya dengan cara memberi minuman ramuan, memijat atau hanya memoles tubuh pasien.
Dan yang tidak kalah ekstrem cara pengobatannya adalah “Dukun Cilik” Muhammad Sabri Arif Billah asal Takalar, Sulawesi Selatan. Saat mengobati pasien, Sabri mengaku akan kehilangan kesadarannya karena dirasuki roh gaib. Roh itulah yang berdzikir dan mengobati pasien. Kemudian roh tersebut akan keluar dari tubuh Sabri setelah pasien selesai diobati.
3. Selanjutnya adalah fenomena-fenomena alam yang pernah terjadi di Indonesia. Salah satu fenomena alam yang pernah terjadi adalah fenomena “Halo Matahari” atau disebut juga “Cincin Matahari” yang pernah terjadi di kota Yogyakarta pada bulan Januari tahun 2011 dan juga di kota San Francisco, Amerika Serikat. Namun sebelumya fenomena ini pernah terjadi di Padang pada tahun 2009 lalu.
Selain fenomena “Halo Matahari”, fenomena “Langit Terbelah” juga pernah terjadi tepatnya di kota Pontianak pada bulan November tahun 2011 dan di kota Yogyakarta dan Padang pada tahun 2010 lalu.
Tak kalah menggemparkan, terjadinya fenomena “Crop Circle” di kota Sleman, Yogyakarta pada bulan Januari 2011. Fenomena ini masih menjadi misteri, namun banyak yang menduga fenomena ini adalah buatan manusia.
Lalu fenomena “Pelangi Api” ternyata juga pernah terjadi di Indonesia tepatnya di kota Makassar pada tahun 2010 lalu. Fenomena ini terjadi pada sore hari tepatnya pukul 6 sore waktu Indonesia tengah (WITA).
4. Beralih ke fenomena yang terjadi di Indonesia berikutnya, yaitu fenomena hewan “Berwajah Manusia”. Laba-laba “Berwajah Manusia” adalah salah satu hewan yang cukup menghebohkan di Indonesia beberapa waktu lalu. Hewan berwajah unik ini ditemukan di Asahan Sumatera Utara, Makassar, Sukoharjo Jawa Tengah, dan beberapa kota di Indonesia. Selain laba-laba, ternyata di Madiun dan Surabaya juga ditemukan kupu-kupu “Berwajah Manusia”.
Fenomena hewan “Berwajah Manusia” juga terjadi pada kambing di Situbondo. Seekor anak kambing terlahir dengan wajah mirip dengan manusia. Dari posisi mata, mulut, dan hidung nyaris mirip dengan manusia. Sedangkan di Probolinggo, Jawa Timur terdapat kambing yang memiliki wajah mirip dengan kakek-kakek.
5. Berlanjut ke fenomena berikutnya yaitu fenomena tumbuhan aneh yang terjadi di Indonesia. Tahun 2009 lalu, masyarakat Purwokerto dihebohkan dengan fenomena pohon nangka berbuah pisang. Dimana di buah nangka tersebut ditumbuhi oleh pisang di sekitarnya. Hal yang sama juga terulang kembali pada bulan Januari tahun 2012 ini. Warga sekitar kecamatan Kosambi, Tangerang juga dihebohkan dengan keberadaan pohon nangka berbuah pisang. Bahkan sang pemilik Abdul Jabar sudah memakan buah tersebut dan ternyata rasanya adalah seperti rasa buah pisang. Selain pohon nangka yang menghebohkan, di tahun 2010 lalu tepatnya di kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara warga dihebohkan dengan munculnya pohon pinang “Berwajah Manusia”.
Di salah satu bagian pohon tersebut tampak jelas sekali bentuk wajah dan mulut yang mirip dengan manusia. Yang lebih anehnya bahkan konon kabarnya wajah yang terlihat pada pohon ini bisa berubah-ubah setiap hari.
6. Ternyata kini di Indonesia untuk menjadi seorang yang terkenal bukanlah hal yang sulit. Dengan semakin canggihnya teknologi, media online dapat menjadi jalan untuk seseorang berekspresi, salah satunya melalui situs YouTube. Beberapa waktu belakangan ini banyak orang mendadak terkenal saat video aksi mereka ditayangkan di situs YouTube. Antara lain Sinta-Jojo, Audrey dan Gamaliel, hingga yang paling fenomenal yaitu Briptu Norman.
Fenomena ini membuat banyak orang Indonesia berbondong-bondong memasukkan video aksi mereka sedang apa saja ke situs YouTube agar disaksikan oleh pengguna internet lain di seluruh dunia. Beberapa orang akhirnya memang berhasil terkenal melalui situs YouTube hinga dijuluki “Artis YouTube”. Namun sayangnya eksistensi mereka tidak bertahan lama.
7. Dan fenomena yang terakhir adalah fenomena yang mengikuti fenomena yang sedang terjadi di Korea Selatan. Saat di negeri ginseng itu bermunculan grup penyanyi pria atau wanita yang disebut Boyband dan Girlband, fenomena itu sangat diterima oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja. Layaknya “Virus”, fenomena ini banyak dicontoh oleh orang Indonesia. Mulai dari Smash, 7 Icons, hingga Cherrybelle.
Peniruan apa yang terjadi di Korea Selatan tersebut bukan saja dari sisi pembentukan grup, namun hingga penampilan fisik dan penampilan panggung. Kebanyakan para Boyband dan Girlband Indonesia berlomba-lomba tampil ala artis Korea disertai gerakan-gerakan tari yang nge-beat atau enerjik disetiap aksinya.

http://zulkifli19.wordpress.com/2012/09/22/7-fenomena-yang-terjadi-di-indonesia/

Buatan Indonesia Yang Mendunia

Dengan semakin majunya teknologi, ternyata Indonesia yang masih belum tergolong Negara maju, tidak kalah tertinggal. Banyak produk ternama di dunia mempercayakan Indonesia untuk memproduksi sebagian bahkan seluruh produk mereka. Hal ini tentu saja membanggakan, terutama di saat banyak orang Indonesia menginginkan serta mempercayai produk luar negeri yang di anggap lebih baik, ternyata orang luar negeri mempercayai produk Indonesia sebagai buatan yang terbaik dan mereka memilih negara kita untuk memproduksi barang dan benda yang namanya sudah mendunia. Dan berikut 7 buatan Indonesia yang mendunia.
1. SERAGAM NATO


Di awali dengan seragam NATO yang di produksi Indonesia. NATO atau North Atlantic Treaty Organization adalah sebuah organisasi  internasional untuk keamanan dunia sebagai bentuk dukungan persetujuan antara Atlantik Utara yang di tanda tangani tahun 1949. Dari ke 28 negara anggotanya, Indonesia memang bukan termasuk salah satunya, tetapi Negara kita ternyata secara tidak langsung punya andil di organisasi yang berpusat di Brussels, Belgia tersebut. Yakni dalam hal seragam serdadu NATO yang gagah itu, ternyata di produksi oleh sebuah perusahaan yang bernama PT Sritex yang berada di Solo, Jawa Tengah.
2. BONEKA BARBIE

Selanjutnya adalah boneka Barbie yang di produksi di Indonesia. Boneka Barbie adalah boneka cantik yang terkenal dan terlaris di dunia. Boneka ini pertama kali di perkenalkan di American International Toy Fair pada tahun 1959. Boneka dan aksesoris mainan yang berasal dari Amerika Serikat ini, dibuat dengan ukuran skala kurang lebih 1/6 dari ukuran sesunguhnya. Dalam proses pembuatan boneka Barbie ini, ternyata hanya ada 2 pabriknya di seluruh dunia. Pabrik pertama berada di China dan pabrik kedua di Jababeka Cikarang, Jawa Barat, Indonesia.
3. AIRBRIDGE BANDARA


Apakah anda mengetahui apa yang di sebut AIRBRIDGE? Mungkin nama ini asing di telinga, tetapi anda mungkin sudah sering menggunakannya. AIRBRIDGE adalah tangga belalai yang di gunakan saat penumpang pesawat akan menuju pintu pesawat. Dan ternyata AIRBRIDGE yang banyak di gunakan di bandara-bandara di dunia ini, pertama kali di buat oleh PT Bukaka di Indonesia.
4. KNALPOT MERCEDES BENZ

Siapa yang tidak tahu mobil mewah bermerek Mercedes Benz? Kendaraan prestisius asal Jerman tersebut banyak di miliki oleh orang-orang menengah atas, baik di dunia maupun di Indonesia. Merek mobil tertua di dunia itu, ternyata mempercayai Indonesia untuk bekerja sama dengannya dalam memproduksi mobil mereka. Yakni knalpot mobil Mercedes Benz dibuat di Indonesia yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah.
5. RADIO MAGNO

Produk atau buatan Indonesia yang mendunia selanjutnya adalah Magno. Yaitu sebuah radio kayu asli buatan Indonesia yang sudah menebar frekuensi sampai Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris, dan Prancis. Konsep yang di tawarkan oleh Magno tergolong unik, yakni produknya di finishing dengan minyak kayu bukan Pernis. Karenanya sang pemilik harus rajin merawat radionya secara berkala agar tetap prima. Dan pria bernama Singgih Susilo Kartono, sang pencipta Magno, memiliki keinginan agar mengeliminir budaya pakai buang agar tercipta koneksi antara produk dan pemilik. Dengan harga sekitar 200 sampai 300 Dollar Amerika, Singgih menggunakan desainer link untuk menjual karyanya ini.
6. SEPEDA POLYGON

Bagi penggemar olahraga sepeda tentu tak asing dengan merek yang satu ini. Adalah PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon yang berdiri sejak 1989 di Sidoarjo, Jawa Timur merupakan pembuat dan perakit sepeda untuk pasar luar negeri. Pada tahun 1991, Insera mulai memproduksi sepeda bermerek Polygon dan sepuluh tahun kemudian mengekspor produknya tersebut ke Singapura, Malaysia. Lalu dua tahun terakhir, mulai menjelajah ke Australia. Dari seluruh unit sepeda yang di produksi, 30% menggunakan merek Polygon, 20% nya untuk pasar lokal, sedangkan 10% nya untuk ekspor ke luar negeri terutama untuk sepeda jenis Mountain Bike Cosmic dan Colossus.
7. ALAT PEMBASMI KANKER OTAK

Dan karya anak bangsa yang terakhir adalah alat pembasmi kanker otak. Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia atau MITI yang bekerja sama dengan CTech Laboratory telah berhasil menemukan alat pembasmi kanker otak. Cara kerja alat pembasmi kanker otak ini adalah dengan menerapkan metode listrik statis, dan sudah diujikan oleh penderita kanker otak kecil. Setelah di aplikasikan selama 2 bulan, pasien tersebut dinyatakan sembuh total. Metode radiasi listrik statis berbasis tomografi ini, sepenuhnya hasil karya anak bangsa Indonesia yang akan menjadi terobosan dalam dunia kedokteran di dunia.

 http://zulkifli19.wordpress.com/2012/06/08/7-buatan-indonesia-yang-mendunia/